Hiking To Mt. Papandayan
- May 25, 2017
- 3 min read
Pengen naik gunung dengan trek yang tidak terlalu ekstrem tapi pemandangannya sungguh eksotis? Ya tepat sekali, pilihannya adalah Gunung Papandayan. Gunung Papandayan sendiri terletak di Kab. Garut, Jawa Barat. Gunung Api dengan strato tipe A ini memiliki ketinggian 2665 Mdpl.

Tanggal 17 Januari 2015 saya bersama rekan saya memutuskan untuk refreshing ke Gunung Papandayan.
Okay kita masuk ke Jalur pendakian. Saya rekomendasikan untuk mendaki lewat jalur Cisurupan, karena aksesnya cukup mudah. Sebelum mendaki kita mendaftar dulu di pos penjagaan.
Pos Penjagaan menuju Kawah Papandayan (15 menit)

Ya ini lah Kawah Papandayan, baru awal pendakian kita sudah disuguhi dengan pemandangan yang okee. Beda dengan gunung-gunung lainnya yang biasanya awal pendakian cuma ada pohon-pohon rimbun dengan vegetasi tertutup. Oh iya saya sarankan kalau lewat sini untuk memakai masker agar melindungi saluran pernafasan dari gas belerang yang keluar dari kawah. Selain baunya yang menyengat, gas ini juga bersifat racun dan bisa membuat pusing jika terhirup dalam jumlah banyak. Setelah dari Kawah Papandayan kita akan menuju ke pos pendakian selanjutnya yaitu pos Gober Hut.


Sebelum menuju Gober Hut tak lupa seperti biasa untuk ambil foto-foto dulu biar eksis. hehe
Kawah Papandayan menuju Gober Hut (20 Menit)
Dari ujung kawah ini kita melanjutkan perjalanan ke Gober Hut, lurus saja nanti ada petunjuk jalannya. DIsana kita akan menuruni jalan kebawah menyebrang sungai kecil.


Di Gober Hut ini ada lagi pos pendaftaran serta warung bahkan ada musholanya. Di sini pendaki bisa beristirahat sejenak setelah jalur pendakian yang di siang hari bisa membuat fisik cukup kelelahan karena vegetasinya terbuka.

Di Gober Hut ada jalan yang mengarah ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Namun akses transportasi dari Kabupaten Bandung pun cukup sulit sehingga jalurnya tidak direkomendasikan.

Saya pun mengambil jalan setapak menuju Pondok Saladah. Cukup hanya sekitar 20 menit aja berjalan santai, kita akan tiba di Pondok Saladah. Okay kita lanjut ke pos pendakiat selanjutnya (Pondok Saladah).
Gober Hut menuju Pondok Saladah (20 menit)
Trek dari Gober Hut menuju Pondok Saladah tidak terlalu menanjak, namun cukup licin apabila turun hujan karena jalan setapaknya berupa tanah lempung. Disini kita hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di Pondok Saladah.

Pondok Saladah ini adalah tempat mendirikan tenda yang paling sering digunakan. Selain karena luas lokasinya yang cocok untuk berkemah, di sini juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. Lokasinya pun cukup tertutup agar tidak langsung diterjang angin dingin di malam hari.

Namun karena kita niatnya cuma mendaki tik tok alias pulang pergi jadi kita berkemah. Ya setelah dari sini kita akan melanjutkan ke Hutan Mati. Spot yang katanya okee buat hunting foto. Lumayan buat nambah gallery foto di Instagram. hehe.
Untuk ke Hutan Mati ini ambil jalur menuju ke Tegal Alun.

Let’s see
Pondok Saladah Menuju Hutan Mati (15 Menit)
Tidak lama dari Pondok Saladah, kita akan mencapai Hutan Mati dalam waktu tempuh 15 menit. Hutan Mati ini terletak tepat di atas Kawah Papandayan yang telah dilalui. Spot seperti Hutan Mati ini tidak ada duanya dan mungkin di Indonesia hanya ada di Papandayan. hehe
Mau tau keindahannya. Saya share foto-fotonya aja ya.




Setelah ini kita akan melanjutkan ke destinasti terakhir di Gunung Papandayan ini yaitu Tegal Alun. Tak lupa foto narsis dulu sebelum berangkat :D
Hutan Mati menuju Tegal Alun ( 45 menit )
Ya setelah puas di Hutan Mati kita melanjutkan pendakian ke Tegal Alun. Disini treknya cukup menanjak menguras tenaga.


Pemandangan disela-sela pendakian menuju Tegal Alun. Cukup menghibur ditengah trek yang menanjak

Ya setelah 45 menit bercucuran keringat sampailah kita di Tegal Alun. Rasa lelah pun terbayar dengan pemandangan yang indah.


Hamparan edelweiss yang mempesona bisa kita lihat disini.



Setelah mungkin 3 jam mendaki, saatnya mengisi perut dulu, Sebenernya mie goreng kurang bagus untuk pendakian karena banyak menyerap cairan tubuh. Namun karena lagi ngirit belum gajian ya apa boleh buat. hehe

Sekian pendakian di Gunung Papandayan. Saatnya kembali pulang

Catatan :
Jangan memulai pendakian pada sore hari, selain berkabut, asap dari kawah yang beracun dan menghalangi jarak pandang, dan sangat membahayakan pernapasan.
Kalau mau bermalam, ada baiknya di Pondok Salada, karena anginnya relatif tidak terlalu kencang.




Comments